Dublin Core
Title
Analisa Usahatani Bawang Merah (Allium cepa var. ascolonium) (Studi Kasus di Desa Kesambi, Kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung)
Subject
Agriculture
Description
Bawang Merah (Allium cepa var. ascolonium ) merupakan tanaman hortikulutara yang sangat diminati oleh sebagian besar penduduk seluruh dunia disamping sebagai bumbu masakan, bawang merah juga bisa digunakan sebagai tanaman obat – obatan. Dalam melakukan usahatani bawang merah juga harus memperhatikan faktor – faktor yang ada didalam usahatani bawang merah supaya hasil yang didapatkan bisa maksimal, faktor tersebut meliputi luas lahan, tenaga kerja, modal dan pengelolaan yang baik.
Penelitian ini bertujuan: 1) Untuk mengetahui berapa besar biaya yang dikeluarkan untuk usahatani bawang merah; 2) Untuk mengetahui berapa besar pendapatan yang diperolah dalam melakukan usahatani bawang merah.
Di Desa Kesambi Kecamatan Bandung Kabupaten Tulungagung Usahatani bawang merah yang dilakukan masih bersifat semi modern dalam penelitian ini bawang merah yang digunakan vareitas bauji yang benihnya berasal dari ngajuk yang memiliki sifat tahan terhadap segala cuaca dan tahan terhadap hama penyakit. Untuk teknis budidaya usahatani bawang merah ada lima tahapan yang harus dilalui yaitu : 1). Benih bawang merah, 2). Persiapan lahan, 3). Penanaman, 4). Pemeliharaan, 5). Panen dan Pasca Panen selanjutnya untuk biaya produksi usahatani bawang merah ada 2 yaitu Biaya Tetap dan Biaya Tidak Tetap untuk Biaya Tetap terdiri dari biaya penyusutan peralatan dan biaya PBB, Biaya Tidak Tetap terdiri dari benih, pupuk, pestisida, Tenaga Kerja.
Usahatani Bawang Merah yang dilakukan di Desa Kesambi per petani pada musim panen mencapai produksi 1.240 Kg dengan harga jual dipasaran pada waktu itu per Kg Rp. 20.000,- jadi penerimaan usahatani yang diperoleh per petani sebesar Rp. 24.800.000,-
Pendapatan bersih usaha tani bawang merah di Desa Kesambi per petani pada musim tanam bisa dilihat dari jumlah penerimaan usahatani bawang merah sebesar Rp. 24.800.000,- dikurangi dengan Total Biaya usaha Sebesar Rp 4.779.8411,- maka akan ketemu pendapatan usahatani sebesar Rp. 20.020.189,- .
Untuk mengetahui kelayakan usahatani bawang merah di Desa Kesambi peneliti menggunakan metode R/C ratio dimana rata – rata total penerimaan sebesar Rp. 24.800.000,- dan Total Biaya Rp. 4.779.811,- dari data itu ketemu R/C nya 5,19, berdasarkan kriteria kelayakan usahatani bawang merah dengan perhitungan bila R/C >1 maka usahatani bawang merah dikatakan layak untuk diusahakan
Penelitian ini bertujuan: 1) Untuk mengetahui berapa besar biaya yang dikeluarkan untuk usahatani bawang merah; 2) Untuk mengetahui berapa besar pendapatan yang diperolah dalam melakukan usahatani bawang merah.
Di Desa Kesambi Kecamatan Bandung Kabupaten Tulungagung Usahatani bawang merah yang dilakukan masih bersifat semi modern dalam penelitian ini bawang merah yang digunakan vareitas bauji yang benihnya berasal dari ngajuk yang memiliki sifat tahan terhadap segala cuaca dan tahan terhadap hama penyakit. Untuk teknis budidaya usahatani bawang merah ada lima tahapan yang harus dilalui yaitu : 1). Benih bawang merah, 2). Persiapan lahan, 3). Penanaman, 4). Pemeliharaan, 5). Panen dan Pasca Panen selanjutnya untuk biaya produksi usahatani bawang merah ada 2 yaitu Biaya Tetap dan Biaya Tidak Tetap untuk Biaya Tetap terdiri dari biaya penyusutan peralatan dan biaya PBB, Biaya Tidak Tetap terdiri dari benih, pupuk, pestisida, Tenaga Kerja.
Usahatani Bawang Merah yang dilakukan di Desa Kesambi per petani pada musim panen mencapai produksi 1.240 Kg dengan harga jual dipasaran pada waktu itu per Kg Rp. 20.000,- jadi penerimaan usahatani yang diperoleh per petani sebesar Rp. 24.800.000,-
Pendapatan bersih usaha tani bawang merah di Desa Kesambi per petani pada musim tanam bisa dilihat dari jumlah penerimaan usahatani bawang merah sebesar Rp. 24.800.000,- dikurangi dengan Total Biaya usaha Sebesar Rp 4.779.8411,- maka akan ketemu pendapatan usahatani sebesar Rp. 20.020.189,- .
Untuk mengetahui kelayakan usahatani bawang merah di Desa Kesambi peneliti menggunakan metode R/C ratio dimana rata – rata total penerimaan sebesar Rp. 24.800.000,- dan Total Biaya Rp. 4.779.811,- dari data itu ketemu R/C nya 5,19, berdasarkan kriteria kelayakan usahatani bawang merah dengan perhitungan bila R/C >1 maka usahatani bawang merah dikatakan layak untuk diusahakan
Creator
Irvan Faqih Aliska Mubaroq
Publisher
Fakultas Pertanian
Date
2020
Contributor
Dr. Ir. H. Bambang Tri K, M.MA dan Herry Nur Faisal, S,Pt., M.Agr
Language
Bahasa Indonesia
Type
Skripsi
