Stratagei Desa Dalam Pengembangan Lingkar Wilis Berdasarkan Dampak Sosial Ekonomi
(Studi Kasus di Desa Sendang Kecamatan Sendang Kabupaten Tulungagung)

Dublin Core

Title

Stratagei Desa Dalam Pengembangan Lingkar Wilis Berdasarkan Dampak Sosial Ekonomi
(Studi Kasus di Desa Sendang Kecamatan Sendang Kabupaten Tulungagung)

Subject

Pendidikan Pertanian

Description

Penelitian bertujuan: a) mengidentifikasi dan menganalisa Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman Desa Sendang Kecamatan Sendang Kabupaten Tulungagung dalam pengembangan lingkar Wilis; b) mengidentifikasi dan menganalisa alternatif strategi apa saja yang bisa dipakai Desa Sendang Kecamatan Sendang Kabupaten Tulungagung dalam pengembangan lingkar Wilis.
Teknik analisis yang digunakan untuk memetakan alternative strategi dalam pengembangan Lingkar Wilis adalah analisis SWOT (Strength Weakness Opportunity Threat Analysis). Melalui analisis SWOT maka dapat diketahui alternative strategi dalam mengembangkan destinasi wisata di Desa Sendang Kecamatan Sendang Kabupaten Tulungagung yang perlu dikembangkan dimasa yang akan datang.
Kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: l) Kekuatan (Strength) Desa Sendang dalam pengembangan Lingkar Wilis adalah: Jumlah penduduk secara demografi cukup dan didukung dengan penduduk usia produktif sangat besar; Mayoritas bermata pencaharian petani dan peternak; Organisasi Kemasyarakatan seperti; LMD, LKMD,Lembaga Adat, Karang Taruna, kelompok Tani, Pokdarwis dan Organisasi kebudayaan; Sarana komunikasi dan informasi telah terjangkau oleh saluran ponsel dan media audio visual; Sarana dan Prasarana kesehatan ada puskemas pembantu dan posyandu; Sarana dan Prasarana wisata telah ada intrastruktur jalan ke lokasi wisata; Luas Wilayah pertanian dan perkebunan cukup luas; Ternak sapi perah sangat dominan dan mengalami peningkatan secara kuantitas; Ada Industri Makanan dan minuman, Barang kayu dan hasil hutan lairmya; Ada pasar yang didominasi pedagang eceran dan ada Koperasi Petani; Ada lokasi pariwisata : Situs Omben J ago, Situs Punden Gedong, Situs Kucur Songo, Nyawangan Park. Goa Tan Tik Syu, Situs Mbah Bodho, Argowilis, Kampung Susu, Kampung Bambu, Trail Advanture, Outbond, Tugu Park, Air teijun Jurang Senggani, Btuni Perkemahan, Candi Penampihan dan Candi Asmara Bangun. 2) Kelemahan (Weakness) antara lain : Tingkat pendidikan penduduk rendah; Hanya merniliki satu bidang keahlian; Terbatas pada lingkup komunitas desa; Paguyuban/organisasi seni budaya belum kontinyu menampilkan budaya local; Signal operator atau jaringan komunikasi tidak kuat dan merata; Peralatan kesehatan masih terbatas; Daerah Rawan Beneana; Sarana inirastruktur berupa jalan menuju lokasi wisata banyak yang rusak; Luas panen dan produksi tanaman sayur mengalami penunman; Peternak dan Ternak kambing domba mengalami penurunan; Industri makanan minuman dan barang kayu dan hasil hutan masih minim; Pedagang besar sangat sedikit; Fasilitas pariwisata belurn optimal. 3) Peluang (Opportunity): Terbuka lapangan keija lain; Peningkatan keahlian diversiiikasi mata pencaharian petani dan peternak; Interaksi sosial mudah; Melestarikan budaya lokal melalui paguyuban/organisasi seni dan budaya; Kerjasama dengan pihak luar guna pembangunan tower/sarana komunikasi; Pelayanan kesehatan kepada masyarakat; Pemanfaatan dana desa untuk intrastruktur pengembangan pariwisata; Optimalisasi pemanfaatan lahan pertanian dan perkebunan; Diversifikasi hasil peternakan; Meningkatkan Industri Barang kayu dan hasil hutan lainnya; Optirnalisasi Pasar; Meningkatkan PAD. 4) Ancaman (Threats):Masyarakat minim mendapat informasi dan pengetahuan; Sulit dalam pengembangan mata pencaharian lain; Tidak mampu berinovasi; Budaya lokal hilangg Komunikasi dan informasi terhambat; Kesehatan masyarakat tidak terjamin; Keselamatan dan kesehatan masyarakat tidak terjamin; Pengembangan pariwisata tidak optimal; Penetapan kawasan strategis agropolitan gagal; Pendapatan masyarakat berkurang; Industri makanan minuman dan barang kayu dan hasil hutan tidak berkembang; Harga Produk Barang cenderung tinggi dan mobilitas barang terbatas; Dominasi Investor luar.
Altematif Strategi Pengembangan Lingkar Wilis yang bisa direkomendasikan dalam kesimpulan adalah yang SO (Strength-Opportlmity), yaitu : Memotivasi dan mobilisasi kepekerjaan lain; Pelatihan; Dibentuk kelompok kerja; Promosi disetiap event; Mengundang pihak operator - operator seluler; Melakukan penjangkauan kesehatan Warga; Membangun jalur tambahan ketempat wisata (jalur pengembangan); Menanam Varian lain; Mengolah susu menjadi produk lain; Pemasaran dan peningkatan kualitas barang; Menyediakan kebutuhan pokok masyarakat; Pengelolaan tempat pariwisata secara bersama-sama dan berkesinambungan.

Creator

Zakiyudin Aziz Windaqwan

Publisher

Fakultas Pertanian

Date

2020

Language

Bahasa Indonesia

Type

Skripsi