Dublin Core
Title
Analisis Usaha Pembibitan Sengon di Desa Kedunglurah Kecamatan Pogalan Kabupaten Trenggalek
Subject
Agriculture
Description
Kayu sengon digunakan sebagai kayu bahan bangunan, bahan baku kertas dan juga bisa digunakan sebagai bahan dasar peralatan rumah tangga. Pasokan kayu sendiri dari hutan alam sudah mulai menurun, Sengon ini dapat menjadi andalan bagi industri kayu di Indonesia agar tetap berjalan dengan baik.Alasan itulah yang membuat masyarakat dan juga industri membutuhkan kayu tersebut.
Usaha pembibitan sengon ini tidak terlepas dan berkaitan dengan pendapatan usaha dan juga saluran pemasaran dalam kegiatan ini. Untuk mencapai usaha yang maksimal dalam pendapatan juga diperhatikan juga dalam proses pemasaran agar lebih optimal. Dalam penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui berapa pendapatan yang diperoleh para petani responden dan juga seperti apa model saluran pemasaran yang dilakukan oleh para petani yang melakukan pembibitan sengon ini. Pengambilan sampeldengan cara random sampling dan didapatkan sebanyak 35 petani responden. Metode analisis data yang digunakan adalah dengan metode analisis biaya total, pendapatan, penerimaan, R/C ratio dan deskriptif untuk analisis pemasaran. Penelitian ini dilakukan di Desa Kedunglurah Kecamatan Pogalan Kabupaten Trenggalek selama kurang lebih 1 bulan pada bulan Mei-Juni 2020.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerimaan petani sebesar Rp 1.034.000.000,- dengan pendapatan sebesar Rp. 816.712.600,- , untuk rata-rata perpetani sebesar Rp. 29.542.857,1 dan biaya total sebesar Rp 217.287.400,- dengan rata-rata per petani sebesar 6.208.211,43. Besaran R/C ratio pada usaha pembibitan sengon ini sebesar 4,76, yang artinya para petani mendapatkan keuntungan yang tinggi. Untuk saluran pemasaran terdapat 3 saluran pemasaran dalam proses pemasaran bibit sengon di Desa Kedunglurah yaitu: a. Saluran I : petani konsumen; b. Saluran II : petani tengkulak konsumen; c. Saluran III : petani pedagang besar pengecer konsumen. Dengan pemberian harga yang berbeda setiap pembelian bibit tanaman sengon sesuai dengan pengambilan acak/sortir atau secara grosir tanpa disortir.
Usaha pembibitan sengon ini tidak terlepas dan berkaitan dengan pendapatan usaha dan juga saluran pemasaran dalam kegiatan ini. Untuk mencapai usaha yang maksimal dalam pendapatan juga diperhatikan juga dalam proses pemasaran agar lebih optimal. Dalam penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui berapa pendapatan yang diperoleh para petani responden dan juga seperti apa model saluran pemasaran yang dilakukan oleh para petani yang melakukan pembibitan sengon ini. Pengambilan sampeldengan cara random sampling dan didapatkan sebanyak 35 petani responden. Metode analisis data yang digunakan adalah dengan metode analisis biaya total, pendapatan, penerimaan, R/C ratio dan deskriptif untuk analisis pemasaran. Penelitian ini dilakukan di Desa Kedunglurah Kecamatan Pogalan Kabupaten Trenggalek selama kurang lebih 1 bulan pada bulan Mei-Juni 2020.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerimaan petani sebesar Rp 1.034.000.000,- dengan pendapatan sebesar Rp. 816.712.600,- , untuk rata-rata perpetani sebesar Rp. 29.542.857,1 dan biaya total sebesar Rp 217.287.400,- dengan rata-rata per petani sebesar 6.208.211,43. Besaran R/C ratio pada usaha pembibitan sengon ini sebesar 4,76, yang artinya para petani mendapatkan keuntungan yang tinggi. Untuk saluran pemasaran terdapat 3 saluran pemasaran dalam proses pemasaran bibit sengon di Desa Kedunglurah yaitu: a. Saluran I : petani konsumen; b. Saluran II : petani tengkulak konsumen; c. Saluran III : petani pedagang besar pengecer konsumen. Dengan pemberian harga yang berbeda setiap pembelian bibit tanaman sengon sesuai dengan pengambilan acak/sortir atau secara grosir tanpa disortir.
Creator
Christa Hermylina
Publisher
Fakultas Pertanian
Date
2020
Contributor
Dr. Ir. Yuniar Hajar Prasekti, M.MA dan Dr. Ida Syamsu Roidah, SP, M.MA.
Language
Bahasa Indonesia
